Tantangan besar yang mungkin
Tantangan besar yang mungkin dihadapi sebagian
besar masyarakat yakni kejenuhan karena menghabiskan sebagian besar waktu
dengan tinggal di rumah. Namun, Taqy mampu untuk mengatasi kejenuhan itu.
Ia pun melakukan berbagai aktivitas dari rumah. Tak hanya
bekerja dari rumah, kegiatan belajar untuk sesuatu yang baru dilakukannya. Ia
mempunyai resep tersendiri untuk mengatasi tantangan selama ini di tengah
pandemik.
“Rutinitas yang terus menerus dilakukan di rumah tentunya dapat
membuat kejenuhan. Salah satu cara untuk mengatasi kejenuhan dengan cara
melakukan hal positif dan bermanfaat," ucap Taqy via ruang digital di
Graha BNPB, pada Minggu (31/5).
Berbagai kegiatan seperti membaca buku, mencari hiburan
online dan kegiatan lain dilakukannya tak lain untuk mengurangi kejenuhan.
"Menghilangkan kejenuhan dengan melakukan kegiatan yang
kita senangi, membaca buku, bermain permainan online dan mendekatkan diri
kepada Tuhan karena kejenuhan-jenuhan akan terbayar dengan melakukan kegiatan
yang menyenangkan," ujarnya.
Bagi mereka yang suka berbisnis, ia menyarankan masyarakat
untuk memanfaatkan kondisi saat ini untuk menjadi produktif dengan cara
berjualan secara online.
Di samping itu, tren saat ini yang mengutamakan social
distancing di tempat umum, banyak orang memanfaatkan waktu mereka dengan
berselancar di dunia maya atau media sosial.
"Di tengah pandemi ini, semua aktivitas lebih banyak
dilakukan lewat media sosial. Ini dapat dimanfaatkan untuk berjualan online
yang tentunya lebih efektif, hemat waktu dan tenaga dibandingkan berjualan
secara offline," tutup Taqy.
Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional
[5:06 PM, 5/31/2020] +62 822-9800-7749: Kasus Positif COVID-19 Naik 700, Pasien
Sembuh 293, Meninggal 40
JAKARTA - Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan
Penanganan COVID-19 mencatat penambahan kasus terkonfirmasi positif COVID-19
per hari ini Minggu (31/5) ada sebanyak 700 sehingga totalnya menjadi 26.473
orang. Kemudian untuk pasien sembuh menjadi 7.308 setelah ada penambahan
sebanyak 293 orang. Selanjutnya untuk kasus meninggal bertambah 40 orang
sehingga totalnya menjadi 1.613.
“Konfirmasi positif COVID019 naik 700 orang sehingga menjadi
26.473 orang,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 Achmad Yurianto dalam
keterangan resmi di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19,
Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Minggu (31/5).
Adapun akumulasi data kasus tersebut diambil dari hasil uji
pemeriksaan spesimen sebanyak 323.376 yang dilakukan menggunakan metode
Polymerase Chain Reaction (PCR) di 91 laboratorium, Test Cepat Melokuler (TCM)
di 57 laboratorium dan Laboratorium jejaring (RT-PCR dan TCM) di 177 lab.
Secara keseluruhan, 223.624 orang telah diperiksa dan hasilnya 26.473 positif
(kulumatif) dan 197.151 negatif (kumulatif).
Kemudian untuk jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang masih
dipantau ada sebanyak 49.936 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang masih
diawasi ada 12.913 orang. Data tersebut diambil dari 34 provinsi dan 416
kabupaten/kota di Tanah Air.
Sementara itu, data provinsi 5 besar dengan kasus positif
terbanyak secara kumulatif adalah mulai dari DKI Jakarta 7.348 orang, Jawa
Timur 4.857, Jawa Barat 2.260, Sulawesi Selatan 1.541, Jawa Tengah 1.403 dan
wilayah lain sehingga totalnya 26.473.
Berdasarkan data yang diterima Gugus Tugas dari 34 Provinsi
di Tanah Air, Provinsi DKI Jakarta menjadi wilayah penambahan kasus sembuh
tertinggi yakni 2.082 disusul Jawa Barat ada 619, Jawa Timur sebanyak 609,
Sulawesi Selatan 596, Jawa Tengah 361, dan wilayah lain di Indonesia sehingga
total mencapai 7.308 orang.
Kriteria pasien sembuh yang diakumulasikan tersebut adalah
berdasarkan hasil uji laboratorium selama dua kali dan ketika pasien tidak ada
lagi keluhan klinis.
Selanjutnya Gugus Tugas merincikan akumulasi data positif
COVID-19 lainnya di Indonesia yaitu di Provinsi Aceh 20 kasus, Bali 465 kasus,
Banten 861 kasus, Bangka Belitung 46 kasus, Bengkulu 91 kasus, Yogyakarta 236
kasus.
Selanjutnya di Jambi 97 kasus, Kalimantan Barat 189 kasus,
Kalimantan Timur 295 kasus, Kalimantan Tengah 410 kasus, Kalimantan Selatan 919
kasus, dan Kalimantan Utara 165 kasus.
Kemudian di Kepulauan Riau 197 kasus, Nusa Tenggara Barat 636
kasus, Sumatera Selatan 982 kasus, Sumatera Barat 567 kasus, Sulawesi Utara 339
kasus, Sumatera Utara 409 kasus, dan Sulawesi Tenggara 244 kasus.
Adapun di Sulawesi Tengah 128 kasus, Lampung 133 kasus, Riau
117 kasus, Maluku Utara 153 kasus, Maluku 223 kasus, Papua Barat 168 kasus,
Papua 675 kasus, Sulawesi Barat 92 kasus, Nusa Tenggara Timur 92 kasus,
Gorontalo 94 kasus dan dalam proses verifikasi lapangan 21 kasus.
Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional
No comments:
Post a Comment